tk islam darunnajah 10 – play group – kindergarten

hasil karya, bea siswa, pendidikan, kegiatan, taman bermain

Menangani Anak Jatuh

pada Maret 21, 2014

Anak-anak identik dengan bermain, yang sering beresiko anak jadi
terjatuh. Akibat anak jatuh dapat menjadi luka atau cedera. Selama anak
masih dalam pengawasan dan arena bermain bebas dari tangga, benda tajam
dan barang-barang berbahaya lain, jatuh tidak akan menyebabkan cedera
yang serius. Pencegahan jatuh dan pemantauan anak yang jatuh sangat
penting diperhatikan.

Untuk mengurangi resiko anak terjatuh, lakukan tindakan seperti di bawah
ini:
1. Pindahkan atau lapisilah perabot dengan sudut yang tajam.
2. Letakkan lapisan anti selip di bawah semua karpet/keset supaya
tidak licin.
3. Jauhkan anak-anak dari anak tangga, benda-benda yang bersusun
atau permukaan yang licin.
4. Pasanglah pintu penutup tangga. Jangan biarkan anak memanjat
tangga sendirian.
5. Tempat tidur anak dan perabot lain jangan diletakkan dekat
jendela sehingga anak dapat memanjat ke arah jendela.
6. Jangan tinggalkan anak sendirian di atas tempat tidur atau
sofa.

7. Baby walker sebenarnya tidak dianjurkan. Ia dapat terguling,
sulit dikontrol kecepatannya sehingga dapat membentur sesuatu.
8. Pasanglah pengikat bayi bila bayi didorong dengan kereta bayi.
9. Jangan biarkan anak bermain papan luncur, ayunan dan permainan
panjat memanjat lain di taman tanpa pengawasan.
10. Gunakan helm waktu anak bermain sepatu roda, sepeda atau dibonceng
naik sepeda motor.

Namun orangtua jangan bersikap berlebihan bila anak baru bisa berjalan
dan ia sering jatuh. Biarkan ia berdiri kembali. Berlari ke arahnya tiap
kali ia jatuh akan membuat orangtua letih dan anak menjadi terlalu
berhati-hati dan cengeng meskipun ia tidak terluka. Bila anak terjatuh
dan menangis, tenangkanlah dan berilah semangat untuk berdiri kembali.
Tetapi perlu diperhatikan bila anak jatuh dari tempat tinggi atau
bertabrakan sewaktu mengendarai mainan anak. Perlu pemeriksaan yang
lebih teliti, apalagi jika terbentur pada kepala atau tulang punggung.

Hal-hal yang perlu diperhatikan jika anak anda jatuh dan memerlukan
perhatian medis :
1. Tersayat, terkikis atau berdarah.
2. Bengkak atau memar yang besar.
3. Kelainan bentuk yang nyata dari lengan atau kaki setelah jatuh,
atau rasa sakit yang tidak berkurang dalam beberapa menit.
4. Tanda-tanda gegar otak termasuk penurunan kesadaran, sakit
kepala, ingatan hilang, pusing, mual atau muntah.
5. Benjolan di kepala, perdarahan pada bagian putih mata, caiarn
kemerahan dari hidung dan telinga, yang menunjukkan kemungkinan patah
tulang tengkorak.
6. Menangis atau berteriak lama, kemungkinan adanya luka dalam.

Jika anak langsung menangis setelah jatuh atau terbentur kepalanya dan
tetap sadar, kemungkinan ia tidak mengalami cedera serius. Faktor yang
mempengaruhi beratnya cedera adalah jarak, kekuatan jatuh dan permukaan
tempat ia jatuh. Jika anak anda jatuh di permukaan yang keras dan tampak
baik-baik, amatilah ia selama 24 jam (terutama jika bengkak di kepala
atau terbentur kepalanya).

Gejala gegar otak antara lain :
* Bingung
* Pingsan atau kesadaran menurun (lesu atau mau tidur terus).
* Pandangan kabur, mata juling atau mata anak  (pupil) ukurannya
berbeda antara kanan dan kiri.
* Perubahan cara berjalan atau merangkak.
* Sakit kepala yang berkepanjangan.
* Muntah terus menerus dalam 2 hari pertama setelah jatuh.
* Keluar darah atau cairan dari hidung atau telinga.

Bila anak anda menemukan gejala-gejala tersebut, harus segera
menghubungi dokter. (MCH)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: